(Foto 1)

 

Peresmian PLTS 56KWph terintegrasi dengan pabrik Es Balok  dan pabrik Minyak Kelapa untuk masyarakat di desa Teluk Alulu Kepulauan Maratua, Kab Berau Kaltim. Implementasi proyek MCA-Indonesia oleh Konsorsium JAVLEC, yang dihadiri oleh Bapak Bupati, Wakil Bupati beserta jajaramnya , Ketua DPRD ,dan seluruh masyarakat desa.

 

Peresmian dihadiri oleh bapak MS Sembiring, Direktur Eksekutif Yayasan Kehati dan Bpk Tri Nugroho, MCA-Indonesia

 

(Foto 2)

(Foto 3)

 

Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno melalui pantun Minangkabau mengucapkan terimakasih kepada MCA-Indonesia karena telah memilih Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi yang dibantu oleh MCA-Indonesia. Pernyataan ini disampaikan pada pembukaan Rapat Koordinasi (Rakorda) daerah Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Riau, dan Jambi di Padang pada 30 Januari 2018.

Lebih lanjut Gubernur Prayitno mengingatkan bahwa Mou yang telah di tandatangani berisikan klausul yang mengatur para pihak terkait untuk memulai dan mengakhiri proyek, agar dijadikan pedoman untuk penyelesaian proyek. Rakorda dengan tajuk Compact Data End di wilayah Sumatera proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia ini dimaksudkan untuk persiapan pengakhiran proyek (Compact End Date) pada bulan April 2018.

Kegiatan mitra MCA-Indonesia akan selesai sampai dengan April 2018, bekerja di 9 Kabupaten di Provinsi Sumatera Barat, 5 Kabupaten di Provinsi Jambi dan 5 Kabupaten di Provinsi Riau. Dengan demikian kurang dari 76 hari waktu kerja yang tersisa yang harus difokuskan pada proses penyelesaian seluruh pekerjaan lapangan dan administrasi proyek, serta mendorong upaya keberlanjutan kegiatan paska proyek.

Investasi Proyek Kemakmuran Hijau ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi proses pembangunan di daerah secara berkelanjutan, serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

(30/01/2018 Ys/H)

 

 

 

TANGAN CEKATAN menyemai bibit di Jorong Aia Manyuruak Nagari Lubuak Gadang Selatan Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (16/01/2017).  Pembibitan di wilayah ini menggeliat seiring kemauan para perempuan. Di Solok Selatan, Konsorsium Wanakita mendukung 5 pusat pembibitan rakyat.  Pada September 2017, kelima pusat pembibitan itu menghasilkan 492,145 bibit.  Di Kabupaten Kerinci, Konsorsium Wanakita turut mendukung pembangunan 10 pusat pembibitan dengan total 963.131 bibit pada september itu. (Foto: Syafrizaldi Jpang)

Buku yang diterbitkan oleh mitra Menapak Indonesia ​ini merupakan saripati pengalaman empiris bersama warga di lima komunitas dampingan Perkumpulan Menapak Indonesia, yang di danai oleh MCA-Indonesia di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 


Perkumpulan Menapak Indonesia berikhtiar mengintegrasikan tata kelola konservasi hutan lindung yang dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanju​tan dengan menerapkan sistem pertanian rendah emisi karbon.

 

Kegiatan ini difasilitasi oleh Yayasan KEHATI, selaku Pengelola Program Hibah PSDABM ​W2 Lot 1 MCA-Indonesia.

 

Files Buku: http://psdabm.kehati.or.id/index.php/component/jdownloads/category/50-perkumpulan-menapak-indonesia?Itemid=202